Header Ads

Kelakuan Suporter Persib yang Rusuh Jadi Sorotan Media Vietnam: Bikin Pemain Ratchaburi Trauma

 

Kelakuan Suporter Persib yang Rusuh Jadi Sorotan Media Vietnam: Bikin Pemain Ratchaburi Trauma

Jakarta – Laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC diwarnai insiden kericuhan suporter. Sejumlah penonton dilaporkan masuk ke lapangan usai pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam WIB.

Dalam pertandingan tersebut, Persib menang tipis 1-0. Namun hasil itu belum cukup untuk membalikkan keadaan. Maung Bandung tetap tersingkir setelah kalah agregat 1-3 dan gagal melangkah ke perempat final.

Kekecewaan sebagian suporter berujung aksi tidak terpuji. Beberapa oknum nekat merangsek ke tengah lapangan setelah peluit akhir dibunyikan. Situasi menjadi tidak kondusif hingga membuat para pemain Ratchaburi dan perangkat pertandingan berlari menuju lorong stadion untuk menyelamatkan diri.

Jadi Sorotan Media Vietnam

Insiden tersebut mendapat perhatian dari media Vietnam, Soha. Dalam laporannya, Soha menyoroti kekacauan yang terjadi seusai laga dan menyebut suasana sepak bola Asia Tenggara kembali bergejolak akibat peristiwa tersebut.

Media itu menuliskan bahwa alih-alih berakhir dalam nuansa sportif, pertandingan justru ditutup dengan adegan yang mengejutkan. Disebutkan pula bahwa sejumlah suporter tuan rumah menyerbu lapangan dengan ekspresi marah, bahkan mendekati tim wasit serta pemain asal Thailand.

Beberapa foto yang beredar memperlihatkan pemain dan staf pelatih Ratchaburi bergegas menuju ruang ganti. Laporan tersebut juga menyebut adanya lemparan botol air dan benda lain ke arah lapangan yang semakin memperkeruh keadaan.

Petugas keamanan dan aparat kepolisian disebut harus turun tangan untuk mengendalikan situasi serta memastikan seluruh pemain dan ofisial dapat meninggalkan lapangan dengan aman.

Bisa Bikin Trauma

Masih dalam laporan yang sama, gelandang Ratchaburi, Jaroensak Wonggorn, menyampaikan melalui media sosial bahwa dirinya dan rekan-rekan setim dalam kondisi selamat. Namun ia mengakui pengalaman tersebut terasa menegangkan.

Soha menilai, meski Ratchaburi berhasil melaju ke babak berikutnya, pertandingan di Bandung akan dikenang bukan hanya karena aspek teknis di atas lapangan, tetapi juga momen ketika mereka harus berlari menyelamatkan diri dari situasi ricuh.

Insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran soal aspek keamanan stadion dan perilaku sebagian oknum suporter. Sepak bola memang sarat emosi dan gairah, tetapi ketika luapan kekecewaan melampaui batas, dampaknya bukan hanya mencoreng citra kompetisi, melainkan juga berisiko terhadap keselamatan pemain, ofisial, dan penonton lainnya.

Sumber: Soha

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.