Header Ads

Pemain Asing Madura United Berbagi Tips agar Tetap Bugar saat Ramadan: Protein dan Tidur Jadi Kunci

 

Pemain Asing Madura United Berbagi Tips agar Tetap Bugar saat Ramadan: Protein dan Tidur Jadi Kunci

Gelandang Madura United, Kerim Palić, membagikan tips khusus dalam menjaga kebugaran selama menjalani ibadah puasa Ramadan. Tahun ini menjadi kali kedua bagi pemain asal Bosnia-Herzegovina tersebut merasakan suasana Ramadan di Indonesia.

Sebagai pesepak bola profesional, tuntutan fisik tetap tinggi meski sedang berpuasa. Latihan dan pertandingan tetap harus dijalani dengan intensitas maksimal. Namun, pemain berusia 29 tahun itu mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam menjaga performanya.

“Ramadan adalah bulan spesial untukku. Spiritual di atas segalanya. Sebagai pesepak bola profesional, saya bersiap dengan menyesuaikan nutrisi yang saya konsumsi,” ujar Kerim.

Fokus Protein dan Kualitas Tidur

Kerim menjelaskan bahwa tidak ada menu makanan yang terlalu spesifik. Namun, ia menekankan pentingnya meningkatkan asupan protein saat sahur serta menjaga kualitas tidur.

“Tidak ada menu spesifik. Tetapi saat sahur saya meningkatkan asupan protein dan fokus ke kualitas tidur,” imbuhnya.

Menurutnya, kombinasi nutrisi yang tepat dan istirahat cukup menjadi kunci agar tubuh tetap prima meski waktu makan dan minum terbatas.

Berkah Bermain di Indonesia saat Ramadan

Kerim juga mengakui bahwa bermain di Indonesia menjadi keuntungan tersendiri bagi pemain Muslim. Berbeda dengan beberapa negara lain yang tetap menggelar pertandingan di sore hari, operator kompetisi BRI Super League menyesuaikan jadwal laga selama Ramadan.

Selama bulan suci, pertandingan digelar selepas salat tarawih, yakni sekitar pukul 20.30 WIB. Penyesuaian tersebut tentu membantu pemain menjalani ibadah puasa tanpa harus bertanding dalam kondisi belum berbuka.

Perubahan jam pertandingan juga berdampak pada program latihan. Madura United menyesuaikan jadwal latihan menjadi menjelang atau setelah berbuka puasa.

“Tentu saja perbedaan utamanya adalah level energi karena di bulan biasa kita bisa makan dan minum. Selama Ramadan, waktunya dibatasi. Tetapi Ramadan bukan tentang tidak makan dan minum, itu lebih dari itu,” ungkapnya.

Bagi Kerim, Ramadan bukan sekadar soal fisik, melainkan juga momentum memperkuat mental dan spiritual. Dengan manajemen nutrisi yang tepat serta pola istirahat yang terjaga, ia membuktikan bahwa performa di lapangan tetap bisa maksimal meski sedang berpuasa.

RED: AZ

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.